Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata “ aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam – dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas – tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin
membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk – pucuk daunku.” Dan bibit itu tumbuh makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam,” aku takut jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,
aku tak tahu apa yang akan aku temui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas bukankah keindahan tunas – tunasku akan hilang?
Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput – siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak!!, aku akan lebih baik jika menunggu hingga semuanya aman.” Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.
Beberapa minggu kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, dan menemukan bibit yang
kedua tadi dan memakannya segera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar