Senin, 19 April 2010

SINGKIRKAN PRASANGKA

Ketika kita memandang suatu persoalan,
tanggalkan prasangka – prasangka itu.
Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman
dipakai namun tak dapat digunakan untuk
berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum kita
mengetahui pertanyaannya. Dan seburuk –
buruknya jawaban adalah bila kita tak paham
akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak
dihadapan kita, terima apa adanya. Jangan
biarkan prasangka menyeret kita ke ujung jalan
yang lain. Mungkin kita merasa aman dengan
prasangka kita, namun sebenarnya ia
berbahaya di waktu yang panjang. Bila kita
telah mampu melepaskan prasangka, kita
menemukan pandangan yang lebih jernih,
keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan
yang lebih lebar.
Bila kita mengenakan kacamata, maka
yang melihat tetaplah mata kita. Bukan
kacamata kita. Dan keadaan yang sebenarnya
terjadi adalah apa yang berada di balik
kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin
kacamata kita. Demikian pula halnya dengan
diri, yang sesungguhnya melihat adalah hati
kita melalui mata kita. Prasangka itu adalah
debu – debu pikiran yang mengaburkan
pandangan hati sehingga kita tak mampu
melihat dengan baik. Usaplah prasangka
sebagaimana kita menyingkirkan debu dari
kacamata karena keinginan kita untuk melihat
lebih jelas dan jernih lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar