Selasa, 27 April 2010

ULURAN TANGAN

Cobalah untuk mengawali hari anda dengan niat untuk memberi.
Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di
mata anda. Kumpulkan beberapa receh yang tercecer disana - sini,
hanya untuk satu tujuan : diberikan. Apakah anda sedang berada
di bus kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi meme
kakkan telinga. Atau anda sedang berada di dalam mobil ber-ac
yang sejuk ,lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta.
Tak peduli bagaimana tanggapan anda tentang kemalasan,
kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak berpikir, segera
berikan satu atau dua keping pada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekankan perasaan itu
seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorangpun ingin
memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat!, saat ini anda
hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan
jumlah yang tak berarti. Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari
dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih
sayang.
Memberi tanpa pertimbangan ibarat menyingkirkan batu
penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih sayang
dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang
berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya bukan receh atau berlian
yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan,
melainkan di hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar